Alhamdulillah, walaupun gandeng (brisik) adanya pendataan Dapodik PAUD membawa kreativitas dan aktivitas tersendiri. Bagi para penyedia jasa baik yang dipaksakan maupun layanan untuk publik mungkin akan memebawa angin segar dalam aktivitas pemenuhan hal tersebut.
Sayang, bagi Risa (Bukan nama sebenarnya, Guru pada sebuah Kober) adanya pendataan Dapodik cukup merepotkan. Antara lain, Kober yang dirintisnya diharuskan untuk mengikuti sejumlah instruksi Dapodik, tanpa mereka (para birokrat) ingin mengetahui sejumlah hambatan dan tantangan pelaksanaan proyek tersebut. Risa harus menyusun dan mengisi form-form secara detil, menghubungi orangtua siswa dengan berbagai latar belakang pendidikan dan kemampuan, serta keharusan adanya komputer yang dipakai untuk pengolahan data. Bila diuangkan mungkin sejumlah sekian rupiah. Padahal Kober dia tidak memiliki uang tersebut dalam alokasi yang memadai.
Tapi, bagi Omes (pegawai pada sebuah lembaga jasa komputer), mungkin menjadi sebuah harapan akan aktivitas kesehariannya, karena mendapat kerjaan dalam membantu dapodik secara kebutan.
Bagi, masyarakat sebetulnya hal ini adalah sebuah pembelajaran. Namun caranya saja yang kurang bijaksana. Andaikan tiap wilayah di negeri ini sama, umpama tiap Kober sudah memiliki fasilitasnya, lalu kemmpuan keterampilannya memadai, maka akan sangat mungkin pendataan ini membawa berkah. Tapi jangan lupa bahwa kebijakan publik selalu membawa dampak. Dampak positifnya, baru dari versi birokrasi belum dapat dirasakan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat.**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar