Sabtu, 24 Oktober 2015

PROFIL YAYASAN


PROFIL YAYASAN
AL-MANSHUR MAKMUR MANDIRI ABADI (AMMA)


Nama Yayasan : Al-Manshur Makmur Mandiri Abadi (AMMA)

Lokasi Yayasan : Kp. Bedeng Rt. 03/01 Desa Pasiripis Kec. Surade
Kab. Sukabumi Jawa Barat Kode Pos 43179
HP: 08562269129 - 087781212100

Pendiri Yayasan : - 
H. Kusnadi
KH. Ajun Junaedi 
Mansur Asy’arie, S.Ag.

Tanggal Berdiri : 18 Februari 1969

Badan Hukum Yayasan : Akta Notaris R. Dewi Rini Herlina, SH. MH
No. Akta 2, Tanggal 18 Februari 2014.

Status Tanah Yayasan : Tanah Waqaf dari H. Kusnadi dan KH. Ajun Junaedi Nomor Akta Waqaf No. W.3 /KP.04 tahun 2010.

Luas Tanah Yayasan : 610 M2 dan 210 M2

Lembaga Pendidikan : - Kober (Kelompok Bermain) Azzaria
  • Taman kanak-kanak (TK) Kazzaria
  • Majelis Taklim (MT) Al-Manshuriyyah
  • TK/TP Al-Qur’an ( TKA / TPA ) Ar-Ridho

Jumlah Guru : 19 orang

Jumlah Siswa/Santri : 159 siswa (dan atau santri)

Gedung yang sudah ada : Gedung Majelis Taklim

Gedung yang Belum ada : - Gedung Kober
  • Gedung Taman Kanak-kanak
  • Gedung Kantor Yayasan
  • Gedung Pusat Latihan Kerja
  • Gedung Pusat Klinik
  • Gedung Penerbitan

Moto, Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Strategi
1. Moto : Iman, Ilmu dan Amal
2. Visi : ”Terwujudnya pembentukan Generasi Muslim yang Kaaffah, Mandiri dan Sejahtera”
3. Misi :
3.1. Menyelenggarakan proses pendidikan yang Islami, modern dan mencerahkan.
3.2. Meningkatkan SDM yang berkualitas, mandiri dan sholeh.
3.3. Menciptakan masyarakat yang bertaqwa, sehat, sejahtera dan kondusif.
4. Tujuan : “Membentuk SDM yang memiliki pemahaman, penghayatan dan pengamalan ajaran Islam, dan memiliki dasar ilmu pengetahuan umum dan teknologi yang cukup memadai, untuk mewujudkan manusia yang berkualitas, berlandaskan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.”
5. Sasaran :
5.1. Masyarakat menengah dan masyarakat ekonomi lemah.
5.2. Anak-anak yatim piatu atau yatim.
5.3. Masyarakat ekonomi lemah dan terbengkalai.
6. Strategi : Melalui tahapan pembentukan
6.1. Kepemimpinan Yayasan dan kelembagaan yang handal.
6.2. Para pendidik dan Pengurus Yayasan yang profesional.
6.3. Siswa/Santri yang giat, semangat, disiplin, ulet dan tekun.
6.4. Tenaga kependidikan dan administratif yang kreatif.
6.5. Sarana dan prasarana yang mendukung dan memadai.
6.6. Lingkungan masyarakat sekitar yang kondusif.
6.7. Partisipasi publik yang peduli dan partisipatif.

Program Kerja :
Fisik : Pembangunan Sarana-Prasarana
Pusat Pendidikan : - Gedung Kober
- Gedung Taman Kanak-kanak
- Gedung Kantor Yayasan
- Gedung Pusat Latihan Kerja
- Gedung Pusat Klinik
- Gedung Penerbitan
Non Fisik : - Pengajian rutin (remaja, ibu-ibu dan bapak-bapak)
- Tabungan qurban
- Santunan sosial (khitanan, pengobatan, jompo)
- Supercamp
- Advokasi

Kegiatan rutin : - Pengajian kaum Ibu (setiap Ahad pukul 16.00 WIB)
- Pengajian Kaum Bapak (setiap Rabu pukul 20.00 WIB)
- Pengajian Remaja (setiap malam pukul 18.30 WIB)
- Forum Silaturrahmi Alumni dan Remaja Masjid


Sukabumi, September 2014 
Ketua,



MANSUR ASY’ARIE, S.Ag

PENGURUS YAYASAN AMMA


SUSUNAN PENGURUS YAYASAN
AL-MANSHUR MAKMUR MANDIRI ABADI (AMMA)
BEDENG DESA PASIRIPIS KECAMATAN SURADE KAB. SUKABUMI

Dewan Pendiri
1. KH. JUNAEDI : Ketua
2. H. KUSNADI : Anggota
3. MANSUR ASY’ARIE : Anggota

Badan Pembina
1. KH. JUNAEDI : Ketua
3. SAEPUL HIDAYAT : Anggota
4. H. OLIH WIHARTO : Anggota

Badan Pengawas
1. H. KUSNADI : Ketua
2. Drs. MIFTAHUL ULUM : Anggota
3. NURHAYATI, S.Pd.I : Anggota

Badan Pengurus
1. MANSUR ASY’ARIE, S.Ag : Ketua
2. AHYAR MUSTOFA, S.HI : Wkl. Ketua
3. A.SAROPUDIN ASSALIM, S.Pd : Sekretaris
4. SUKARNA : Wkl. Sekretaris
5. YUDEWI MASLAHAT, S.Pd.I : Bendahara
6. SRI DEVI LESTARI, S.Pd.I : Wkl. Bendahara

Menghadapi Dapodik PAUD

Alhamdulillah, walaupun gandeng (brisik) adanya pendataan Dapodik PAUD membawa kreativitas dan aktivitas tersendiri. Bagi para penyedia jasa baik yang dipaksakan maupun layanan untuk publik mungkin akan memebawa angin segar dalam aktivitas pemenuhan hal tersebut.
Sayang, bagi Risa (Bukan nama sebenarnya, Guru pada sebuah Kober) adanya pendataan Dapodik cukup merepotkan. Antara lain, Kober yang dirintisnya diharuskan untuk mengikuti sejumlah instruksi Dapodik, tanpa mereka (para birokrat) ingin mengetahui sejumlah hambatan dan tantangan pelaksanaan proyek tersebut. Risa harus menyusun dan mengisi form-form secara detil, menghubungi orangtua siswa dengan berbagai latar belakang pendidikan dan kemampuan, serta keharusan adanya komputer yang dipakai untuk pengolahan data. Bila diuangkan mungkin sejumlah sekian rupiah. Padahal Kober dia tidak memiliki uang tersebut dalam alokasi yang memadai.
Tapi, bagi Omes (pegawai pada sebuah lembaga jasa komputer), mungkin menjadi sebuah harapan akan aktivitas kesehariannya, karena mendapat kerjaan dalam membantu dapodik secara kebutan.
Bagi, masyarakat sebetulnya hal ini adalah sebuah pembelajaran. Namun caranya saja yang kurang bijaksana. Andaikan tiap wilayah di negeri ini sama, umpama tiap Kober sudah memiliki fasilitasnya, lalu kemmpuan keterampilannya memadai, maka akan sangat mungkin pendataan ini membawa berkah. Tapi jangan lupa bahwa kebijakan publik selalu membawa dampak. Dampak positifnya, baru dari versi birokrasi belum dapat dirasakan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat.** 

Sabtu, 17 Oktober 2015

selamat datang. situs ini dalam pembaharuan. makasih atas kunjungan anda.